Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan

Melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian Agama Kabupaten Magetan berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Jawa Timur dan ketentuan peraturan perundang-undangan

Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

Menyiapkan Perumusan Kebijakan Teknis Dan Perencanaan, melaksanakan Pelayanan, Bimbingan,Dan Pembinaan , serta Melakukan evaluasi dan Penyusunan Laporan Di bidang Pendidikan Diniyah Takmiliyah, Diniyah Formal,dan kesetaraan, Pendidikan Pesantren, Dan Pendidikan Al-Quran, Serta Pengelolaan Sistem Informasi Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren

Taman Pendidikan Al-Qur'an

Pendidikan Al-Qur’an adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan pengajaran bacaan, tulisan, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an

Madrasah Diniyah ( Madin )

Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam pada jalur pendidikan nonformal yang diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang sebagai pelengkap pelaksanaan pendidikan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Pondok Pesantren

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menyelenggarakan satuan pendidikan pesantren dan/atau secara terpadu menyelenggarakan jenis pendidikan lainnya

SEKSI PD PONTREN KANTOR KEMENAG MAGETAN, SETIA DAN SABAR MELAYANI, SUKSES 2020
deskripsi gambar
Tampilkan postingan dengan label Rupa-rupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rupa-rupa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2020

Rakor PD Pontren Se-Wilker Madiun di Magetan

Rapat Koordinasi ini telah seselenggarakan sejak 2015, dan secara rutin dilaksanakan setiap 2 bulan dengan tempat bergantian, yakni Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan

Awalnya hanya diikuti oleh Kepala Seksi PD Pontren, namun sejak 2018 dirubah kesepatan tersenut, yakni mengikutkan JFU sebagai pelaksana teknis.

Pada putaran kali ini, 14 Januari 2020, Kabupaten Magetan menjadi tuan rumah Rakor tersebut, dan bertempat di Pusat Oleh-oleh Putra Nirwana dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, Mutakin,M.Ag. berlangsung hingga pukul 12.00











Narasi Kontingen Kabupaten Magetan, di POSPEDA Jatim 2019




N A R A S I
Kontingen Kabupaten Magetan

Nama Bupati                                :  Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si
Nama Kepala Kemenag              :  Muttakin, M.Ag
Ketua Kontingen                         :  Drs. Yusron Kholid, M.Pd.I
Jumlah Kontingen                       :  24 Peserta
Kabupaten Magetan adalah sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Kaki Gunung Lawu. Bandar Udara Iswahyudi, salah satu pangkalan utama Angkatan Udara Republik Indonesia di kawasan Indonesia Timur merupakan kebanggaan masyarakatnya. Telaga Sarangan salah satu tempat wisata andalan kabupaten ini, yang berada di jalur wisata Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Karanganyar, yang sempat di populerkan oleh penyanyi legendaris Didi Kempot dengan judul “Jalan Tembus Tawangmangu-Sarangan”
Kabupaten Magetan memiliki luas wilayah 688,85 km2  dengan jumlah penduduk 821.000 jiwa. Memiliki 42 Pondok Pesantren, 264 Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin), 291 Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) yang tersebar di 18 Kecamatan
Magetan dikenal karena kerajinan kulit (untuk alas kaki dan tas), Sentral Industi Batik Sidomukti, anyaman bambu dan produksi jeruk pamelo (jeruk bali) serta krupuk lempengnya yang terbuat dari beras.

Visi dan Misi    : GERGETAN
                            “(GERakan GElem TANdang)”
Moto                 : Santri Mandiri, Santri Berprestasi, Pesantren Kab. Magetan..Selalu di Hati..


Senin, 06 Mei 2019

Kultum Ramadhan


( MASIH ) BANYAK YANG BELUM MENIKMATI
PESTA  RAMADHAN
Oleh : H. Yusron Kholid

Ramadhan, ibarat sebuah pesta bagi penikmat nuansa ruhani yang syahdu, di mana amalan-amalan di dalamnya bagai sajian Ilahiyah yang lezat bagi jiwa yang lapar dan dahaga. Dan nuansa derap orang-orang yang berpuasa bagai irama hentakan musik yang mengalir menerapi jiwa menelusuri nadi dan nafas.
Pesta Ramadhan dihelat dalam tenggat sebulan dan setara dengan 29 atau 30 hari, siang dan malam. Sehingga para peserta dan penikmat pesta Ramadhan akan merasakan kepuasan ruhani di akhir Ramadhan yang membuat mereka berhati lapang, berjiwa longgar dan merasakan ringannya ruhani mereka, sehingga ringan dan cepat untuk terbang mengarungi alam malakut serta menggapai relung ilahiyyah.

Namun di tengah perhelatan pesta Ramadhan, masih banyak muslim yang belum menikmati, atau bahkan tidak menikmatinya, sehingga tidak sedikit yang enggan bergabung dengan pesta yang penuh kesyahduan ruhani itu.

Hal itu menjadi bukti nyata, bahwa undangan pesta Ramadhan hanya ditujukan kepada orang-orang beriman ( mukmin ), sebagaimana firman Alloh dalam Q.S. Al-Baqarah/ 2:183, yang artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, “ . dari ayat ini jelaslah beda antara orang muslim dan orang mukmin.

Orang yang berimanan atau disebut mukmin adalah orang yang memiliki keyakian kuat dan mendalam yang memiliki tiga unsur ; pertama: “Iqroorun Bil Lisaani” artinya: Ikrar dengan lisan.dan  kedua : “Tashdiiqun Bil Qolbi” artinya: Menyatakan benar di dalam hati terhadap apa yang diikrarkan dengan lisan.dan  unsur ketiga: “Amalun Bil Arkaani” artinya: Mengamalkan dengan seluruh anggota badan.

Sedangkan orang Islam atau disebut muslim sebagaimana yang dinyatakan oleh Dr. Shalah ash-Shawy- adalah :  Orang menyerahkan diri secara mutlak kepada Alloh serta tunduk dan patuh dengan hidayat yang diturunkan kepada para Rasul-Nya

Dari definisi sederhana di atas dapat kita pahami bahwa kondisi beriman itu lebih berbobot dari kondisi ber-Islam, sebab orang yang beriman telah memenuhi unsur rukun iman di dalam dirinya yang menjadi pondasi dalam ber-Islam, sedangkan saat orang berislam tanpa ditopang dengan keimanan yang baik dan kokoh, akan sulit untuk menyempurnakan rukun Islam yang 5 ( lima ) karena memang belum mendapatkan bangunan pondasi iman yang baik dan kokoh.
Dari analisa sederhana di atas, dapat disimpulkan kenapa Alloh menyeru orang yang beriman dalam melaksanakan puasa, ( Q.S. al-Baqarah/2:183 ) karena orang beriman akan lebih focus dan bersemangat serta bersegera melaksanakannya, dalam rangka membangun dan mengokohkan pilar ketakwaan.
Pun dengan analisa itu, maka kita ketahui dan pahami kenapa banyak muslim yang enggan dan masih belum melaksanakan puasa sebagai salah satu rukun Islam, dan kondisi inilah yang dimaksud dengan masih banyak yang belum menikmati pesta Ramadhan, karena selain mereka tidak dapat merasakan kenikmatan pesta Ramadhan, mereka juga merasa terbebani dengannya, dikarenakan oleh pilar iman atau keyakinan yang belum mantab dan kokoh.
Agar dapat menikmati dan terlibat langsung secara emosional dari pesta yang dihelat Alloh dalam bulan Ramadhan tahun ini, dibutuhkan beberapa langkah kongkrit, sehingga nuansa Ramadhan akan membekas dalam hati, lalu menimbulkan “ rasa kehilangan “ saat Ramadhan berlalu, dan menumbuhkan “ rasa rindu “  menanti Ramadhan tahun yang akan datang.
Langkah-langkah tersebut adalah : Pertama : Mengokohkan keimanan bahwa perintah Alloh harus dikerjakan,, karena setiap perintah memang mermakna untuk ditaati, sebagai implementasi ketakwaan. Dan langkah ini tentu tidak hanya meyakini dengan hati saja, namun harus diteruskan dengan ikrar lisan dan pembuktian dengan kegiatan nyata, atau amalun bil-arkaan.
Kedua : Melaksanakan syari’at di bulan Ramadhan, dalam hal ini yang berkaitan dengan rukun Islam adalah shiyam ( puasa ), yang dalam kerangka syari’at disebutkan definisinya sebagai : “ menahan diri dari makan, minum dan berkumpul ( jimak ) mulai terbit fajar shadiq sampai terbenam matahari ( maghrib ). Serta amalan sunnah lainnya yang sungguh amat banyak, seperti : ifthar, sahur, membaca al-Qur’an, Tarawih dan lainnya.
Dengan melaksanakan rangkaian amalan syari’at di bulan Ramadhan belum menjamin kesempurnaan rasa jiwa dalam merasakan ingar-bingar pesta Ramadhan, karena amalan dalam kerangka syari’at belum membuahkan kenikmatan ruhani, dan dia hanya menyentuh beban fisik, seperti lapar dan dahaga, hal ini diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang artinya : “ Berapa banyak orang yang berpuasa, ( tapi mereka tidak mendapatkan pahala dari puasanya) ,kecuali lapar dan dahaga “
Itu artinya banyak orang berpuasa yang tidak dapat mencapai puncak kenikmatan berpuasa, kecuali hanya merasakan lapar dan dahaga sepanjang siang, dan ini yang oleh sebagian ulama dikategorikan sebagai “ puasanya orang awam “
Untuk merasakan pesta Ramadhan secara all-out semestinya diupayakan menaikkan level ke tahap berikutnya, adalah :
  Ketiga : Memasukkan unsur ihsan dalam amaliyah Ramadhan, sebagaimana yang jamak dipahami bahwa pengertian ihsan sebagaimana dijelaskan dalam hadits, yang artinya: “Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan engkau melihat-Nya, maka bila engkau tak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu.” (HR Muslim)
Sehingga pelaksanaan ibadah dalam Ramadhan bukan hanya berdasar keyakinan ( iman ) atau hanya dengan Syari’at ( Islam ) namun ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, yakni menurut para ulama adalah level khowas ( istimewa ), atau dengan kata lain, selain menjalankan dengan penuh keimanan serta dalam koridor syari’at fiqih, juga ditambah kepada nilai yang lebih tinggi, yaitu nilai ihsan.
Dalam pemahaman langkah ini adalah, selain menehan diri dari makan, minum dan jima’ sejak fajar hingga maghrib juga ditambah dengan mem-puasakan indera ; mata, telinga, lisan, hidung dan kulit ( rasa ), dan itulah nanti yang mendongkrak nilai amaliyah Ramadhan menjadi pesta ruhani selama bulan Ramadhan, sebagaimana dijelaskan dalam hadtis, bahwa ada 5 hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, yakni kidzib                  ( bohong ), namimah ( adu domba ), ghibah ( menggunjing ) yamiinul-fajiroh ( sumpah palsu ) dan nadzoru bis-syahwah ( melihat dengan sahwat/nafsu )
Dengan demikian, maka pesta Ramadhan akan menjadi amaliyah bermakna, berkesan dan menumbuhkan rasa suka, dan di kemudian tentulah akan tumbuh rasa rindu.
Semoga kita termasuk hamba Alloh yang bisa menikmati pesta Ramadhan, dan menyukai serta merindukannya, aamiin



Kamis, 27 Oktober 2016

LAPORAN PELAKSANAAN KIRAB SANTRI NUSANTARA 2016




A.   PENDAHULUAN
Pada dasarnya secara umum pelaksanaan Kirab Sntri Nusantara 2016 berjalan dengan baik dan lancar, atas semua dukungan dan kerjasama

B.   TEMPAT DAN WAKTU
Dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal   : Sabtu, 22 Oktober 2016
Start/Finish     : 07.15 s/d 11.15 ( 4 jam )
Route              : Lapangan Mapolsekta – Jl. A.Yani-Jl. Jambu-Jl. Manggis-Jl. Basuki Rahmat Barat – Sepan Surya Graha

C.   PESERTA DAN TAMU UNDANGAN
1.    Peserta dari beberapa lembaga, antara lain
TPA/TPQ
:
38 Lembaga
Madrasah Diniyah Takmiliyah
:
159 Lembaga
Pondok Pesantren
:
16 Lembaga
Umum
:
29 Lembaga
Jumlah
:
242 Lembaga

2.    Dari 79  Undangan yang disebar, hampir 95% hadir, namun Bupati Magetan tidak dapat hadir, dan diwakili oleh Wakil Bupati Magetan beserta istri

D.   BIAYA
Biaya yang dipakai dalam pelaksanaan Kirab Santri 2016 adalah :
1.    Dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata       = Rp. 24.900.000
2.    Dari Kementerian Agama                                 = Rp.   5.000.000
3.    Seksi PD Pontren Kemenag                           = Rp.   8.463.850
Jumlah = Rp. 38.363.850,-

E.   KEJUARAAN
Dilakukan penilaian oleh 4 orag Dewan Juri, yakni :

1
JORDI MACIK
DESIMA
Magetan
2
WINARTO,S.Sn
Dinas BudPar
Magetan
3
WINDARTO
Pelatih Drumband
Madiun
4
SEFYAN CAHYA NUGRAHA
Pelatih Drumband
Madiun

Dengan hasil sebagai berikut :

a.    Kategori TPA/TPQ
No.
Nopes
Nama Lembaga
Asal
Nilai
Posisi
1
008
FKPQ Kec. Magetan
Magetan
527
Juara I
2
011
FKPQ Kec. Maospati
Maospati
504
Juara II
3
018
FKPQ Kec. Karas
Karas
503
Juara III

b.    Kategori Madin Takmiliyah
No.
Nopes
Nama Lembaga
Asal
Nilai
Posisi
1
105
Madin Baitul Mu’alim
Karas
518
Juara I
2
136
Madin Baitur Rohman
Tawangrejo-Takeran
491
Juara II
3
139
Madin Lil-Muqorrobin
Gulun - Plaosan
490
Juara III

c.    Kategori Pondok Pesantren
No.
Nopes
Nama Lembaga
Asal
Nilai
Posisi
1
222
PP. Subulus Syafi’in
Kawedanan
498
Juara I
2
241
PP. Ar-Rohman
Tegalrejo-Nguntoronadi
493
Juara II
3
156
PP. Bani Ali Mursyad
Banaran - Takeran

Juara III

d.    Kategori Umum
No.
Nopes
Nama Lembaga
Asal
Nilai
Posisi
1
239
MAN Temboro
Purwosari-Magetan
506
Juara I
2
165
Muslimat NU Magetan
Magetan
494
Juara II
3
140
SD Muhammadiyah
Magetan
492
Juara III

F.    PENUTUP
Demikian Laporan ini disusun untuk menjadi maklum dan dapat dipertanggungjawabkan.

Magetan, 25 Oktober 2016
PANITIA PELAKSANA





Koordinator



Drs. H. YUSRON KHOLID, M.Pd.I